Sarat Pesan dan Makna, Seorang Pengguna Instagram Gabungkan Realitas dengan Kucing-Kucing Raksasa

Odnoboko
Kucing-kucing selalu mengikuti pria ini ke mana saja. Mereka bermain, berkelahi, bersantai, berolahraga, menari, dan bahkan berhubungan intim!

Siapa yang tak suka kucing? Yang jelas, bukan orang Rusia — mereka sangat mencintai kucing! Saking cintanya, seorang seniman Rusia sengaja membuatkan sebuah akun Instagram (@odnoboko) khusus untuk teman berbulu kita yang menggemaskan ini.

Orang di balik akun unik ini adalah Andrei Sherbak. Ia adalah seorang direktur kreatif di Mediapronet, sebuah biro iklan di Moskow. Andrei biasa berpose dengan latar belakang perkotaan dan lanskap pedesaan. Sampai sini, semuanya mungkin terdengar tidak spektakuler, tapi tunggulah hingga Anda melihat kucing raksasa di dekatnya.

Kucing-kucing ini selalu mengikuti Andrei ke mana-mana. Mereka bermain, berkelahi, bersantai, berolahraga, menari, dan bahkan berhubungan intim!

Sebagaimana yang diungkapkan Andrei, dulu dia adalah seorang anak dengan kepribadian introvert. Meski kini ia telah dewasa, sebetulnya tak banyak yang berubah. “Saya hanya berbicara dengan orang lain selama dua sampai tiga jam seminggu. Gambar-gambar dengan kucing (bagi saya) merupakan suatu metode komunikasi tertentu, sesuatu yang menghubungkan antara dunia saya dan Anda,” tulisnya di salah satu takarir (caption) gambar di Instagram.

Setiap gambar menampilkan keterangan yang mengungkapkan sesuatu mengenai hidupnya. Pada foto di bawah ini, misalnya, Andrei mengatakan bahwa ia adalah seorang penganut Pemercaya Lama dan memberikan sedikit gambaran mengenai gerakan keagamaan tersebut.

Dia juga menceritakan kisah emosional dari masa kecilnya. Pada usia sembilan tahun, dia menghabiskan musim panas di rumah neneknya. Neneknya memiliki seekor anak kambing dan Andrei diminta untuk merawatnya. Selama dua bulan lebih merawat anak kambing, Andrei merasa membangun ikatan batin dengan hewan itu.

“Tragedi itu terjadi pada akhir musim panas. Sekawanan anjing datang dari belakang garasi dan mencabik-cabiknya tepat di depan mataku .... Aku berhasil selamat karena melompat ke beberapa balok beton tempat aku berdiri melemparkan batu ke arah anjing-anjing yang mabuk darah itu dan berteriak. Aku ingat, bagaimana aku membawanya pulang ke rumah, di dalam gerobak kecil tempat aku biasa menaruh tas penuh rumput. Dia mengembik lirih, sementara darahnya terus mengalir. Aku terus berusaha menelepon dokter hewan. Ada kecemasan dan air mata. Akhirnya, aku melihat kakinya digantung dan lehernya dipotong, meniriskan darah. Pada malam hari, kami makan shashlik (kebab). Pada usia sembilan tahun, saya memakan teman saya,” tulisnya.

Dalam takarir lain, Andrei bercerita ketika dirinya hampir tenggelam. “Saat masih kecil, saya suka berenang di atas matras renang. Salah satu sisi matras itu berwarna cerah, tetapi licin, sedangkan sisi lainnya berwarna abu-abu dan kasar. Saya selalu meletakkan sisi yang berwarna menghadap ke bawah karena saya takut tergelincir. Apa lagi, saya tidak bisa berenang. Namun, suatu hari saya tetap tergelincir ke air dan mulai tenggelam. Hal terakhir yang saya lihat adalah warna-warna cerah yang terdistorsi oleh air, yang ternyata membuatnya terlihat lebih menarik. Saya diselamatkan oleh kakek saya.” Pengalaman itu mengajarkannya untuk menjalani hidup sepenuhnya.

Tahukah Anda bahwa minat masyarakat untuk membeli kucing tumbuh karena jatuhnya nilai rubel? Kenapa begitu? Bacalah selengkapnya!

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki