Delapan Zona Waktu, 25 Hari: Foto-Foto Epik dari Red Bull Trans-Siberian Extreme 2018

Denis Klero/Red Bull Content Pool
Perlombaan tahunan yang diadakan di Rusia ini sudah usai, dengan enam atlet pemberani dari enam negara melintasi hampir 10 ribu kilometer di delapan zona waktu dalam 25 hari. Lihat foto-foto dan kisahnya!

24 Juli, Lapangan Teatralnaya di Moskow — para pembalap sepeda memulai kompetisi paling melelahkan di dunia  — Red Bull Trans-Siberian Extreme. Mereka berasal dari Spanyol, Denmark, Brasil, Jerman, India dan Rusia. Tiga pembalap juga ikut di edisi tahun sebelumnya.

Pemberhentian berikutnya adalah Nizhny Novgorod, sekitar 300 km di sebelah timur ibu kota Rusia.

Patricio Doucet, yang berasal dari Argentina tetapi mewakili Spanyol, mengatakan empat atau lima hari pertama adalah yang terburuk — “saat itulah tubuh menata ulang dirinya untuk beradaptasi dengan tantangan baru. Jadi penting untuk bertahan di hari-hari pertama ini, dan kemudian semuanya akan menjadi lebih mudah.​​”

Pembalap lain, seperti Marcelo Florentino Soares dari Brasil dan Michael Knudsen dari Denmark, kembali tahun ini untuk mencoba lagi — Knudsen gagal menyelesaikannya tahun lalu, dan Soares merupakan favorit yang telah kembali untuk ketiga kalinya.

Amit Samath dari India berlatih di Himalaya, jadi ia sudah terbiasa dengan suhu ekstrem dan tanjakan. Pola pikir adalah komponen yang paling penting, katanya kepada Red Bull. Ia menambahkan bahwa Anda harus "menyelamatkan pikiran dan kaki Anda selama 4 ribu kilometer terakhir".

Vladimir Gusev dari Rusia bergabung dengan tantangan berat ini untuk pertama kali dalam hidupnya, seraya mengatakan bahwa ia ingin “tahu apa yang ia bisa lakukan, bisakah saya mengendarai sejauh 1,000 kilometer tanpa tidur dan tanpa henti.”

Tahap dua kompetisi membawa pengendara sepeda ke Rusia lebih dalam, salah satunya Kazan yang berjarak 382 km dari Novgorod. Sekitar 100 kilometer terakhir memaksa mereka untuk melambat karena ada kemacetan lalu lintas besar-besaran. Dan meski perjalanan dari Novgorod memang rata dan diaspal dengan baik, ada angin terus-menerus yang membuat mereka benar-benar "sulit" untuk berkendara, menurut Knudsen.

Perm dan Yekaterinburg menunggu pada tahap tiga dan empat. Yekaterinburg berada tepat di perbatasan Eropa-Asia.

Tahap enam sangat menegangkan bagi Gusev, yang menderita sakit parah di kakinya dan "hampir tak berhasil". Namun demikian, ini tak melambatkannya dan ia selesai hanya tujuh detik setelah Pierre Bischoff, yang waktunya 19 jam, 41 menit dan 35 detik. Knudsen selesai dua jam di belakang kedua pengendara tersebut.

Sayangnya, Gusev harus menyerah pada tahap tujuh karena  kakinya. Perjalanan Omsk-Novosibirsk akan menjadi yang terpanjang, lebih dari 600 km. "Ini adalah cedera tipikal untuk balapan ini," kata dokter timnya. Sang pembalap Rusia menghabiskan malam dengan obat penghilang rasa sakit.

"Ini indah, bahkan sangat indah," kata Doucet tentang tahap 12, ketika para pengendara menerjang 600 kilometer dari Ulan-Ude ke Chita, tepat di depan gerbang Tiongkok. Tapi bahkan jarak gila itu tampaknya tidak ada apa-apanya dibanding 1,300 km yang dihadapi para pengendara berikutnya, di mana Doucet memilih keluar dan Gusev kembali ke perlombaan untuk satu tahap lagi.

Pengendara berlomba seperti orang gila, kadang-kadang tidur dalam satu-dua jam — benar-benar bertekad kuat. Bischoff praktis sendirian selama 15 tahap terakhir — dari Khabarovsk hingga Vladivostok, mengalahkan rekor Rusia tahun lalu hampir tiga jam. Dan tahun lalu ia mendapatkan medali perak!

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki