Ilmuwan Rusia Adakan Penelitian Kepribadian Berdasarkan Karakter Favorit di 'Harry Potter'

Kinopoisk
Karakter Harry Potter favorit Anda bisa berbicara banyak tentang kepribadian Anda. Para peneliti di Rusia melakukan survei terhadap penggemar muda, usia 19 hingga 23 tahun, untuk mengetahui hubungan pilihan karakter mereka terhadap perilaku.

Para peneliti di Universitas Negeri Ural Selatan (SUSU) di Rusia menyimpulkan bahwa karakter pilihan kita ada hubungannya dengan perilaku. Untuk membuktikan argumen ini, mereka memilih 14 karakter dari seri fantasi populer karangan J.K. Rowling, Harry Potter, dan menayangkan film tersebut kepada responden mereka.

Profesor Vera Gryazeva-Dobshinskaya, salah satu pengarang studi tersebut, percaya bahwa film punya potensi mengubah mentalitas dan perilaku kita. "Di masa depan, kita akan dapat memprediksi perilaku berdasarkan teknik matematika modern," katanya.

Mayoritas responden menyukai Hermione Granger dan Harry Potter, tetapi penilaiannya tidak sesederhana itu. Menurut Gryazeva-Dobshinskaya, orang-orang yang menyukai kedua tokoh tersebut melihat diri mereka sebagai orang kreatif, tetapi tak merasa dibutuhkan dan tak tahu bagaimana memanfaatkan kemampuan itu.

Dengan memilih Dumbledore, seseorang secara tak sadar akan mencoba untuk hidup dengan nilai kebaikan dan pengorbanan untuk mencapai tujuan bersama. Yang memfavoritkan Profesor Minerva McGonagall ingin menjadi penyelamat orang lain dalam situasi kritis.

Yang menarik, orang-orang yang menyukai karakter antagonis dapat dinilai sebagai orang yang ingin masyarakat membutuhkan mereka. Mereka yang menyukai bayangan Dolores Umbridge, seorang penyihir dan guru berdarah campuran di Hogwarts, mampu mengabaikan sisi etika dari suatu masalah dan bisa berhasil dalam setiap "sistem nilai di mana mereka berada."

Mereka yang menyukai Pangeran Kegelapan Voldemort memiliki ambisi besar, berjuang untuk kekuasaan dan cenderung mengidentifikasikan diri mereka dengan peran-peran penting. Keputusan yang diambil oleh orang-orang seperti itu seringnya adalah mencapai kekuasaan dengan cara apa pun. Pada saat yang bersamaan, pola perilaku seperti itu sering lebih efisien, membantu seseorang menjadi sukses.

“Voldemort berpendidikan tinggi dan tentu saja memiliki kualitas kepemimpinan. Adapun tujuan yang ingin dicapai seseorang dengan bantuan kualitas ini sangat ditentukan oleh orang tua jika mereka memainkan peran aktif dalam kehidupan anak-anak mereka," kata Vyacheslav Kozlov, profesor di Departemen Psikologi Pengembangan.

Banyak orang dewasa di Rusia percaya bahwa mereka berhak memberi hukuman fisik untuk anak-anak. Kenapa? Cari tahu jawabannya di sini.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki