Kandas di Piala Dunia, Timnas Jepang Tetap Bersihkan Ruang Ganti

AP
Mereka juga meninggalkan catatan "Terima Kasih" dalam bahasa Rusia.

Pada Senin (2/7), Jepang terpaksa gigit jari di Rostov-on-Don dalam pertandingan terakhir mereka di Piala Dunia. Satu-satunya tim Asia yang tersisa di Piala Dunia itu memimpin 2-0 hingga menit ke-69, ketika pemain belakang Belgia Jan Vertonghen menggetarkan jala Eiji Kawashima. Marouane Fellaini dan Nacer Chadli memupuskan asa si Samurai Biru, dengan nama yang disebut terakhir mencetak gol penentu kemenangan di menit ke-94.

Meski demikian para pemain Jepang tetap menerima kekalahan, berdiri di lapangan untuk berterima kasih kepada para suporter atas loyalitas mereka. Para pemain juga membersihkan sendiri ruang ganti mereka dan meninggalkan catatan "Terima Kasih" dalam bahasa Rusia.

Seorang suporter Jepang mengumpulkan sampah setelah pertandingan sepak bola Piala Dunia 2018 antara Belgia dan Jepang di Rostov Arena di Rostov-On-Don, pada 2 Juli 2018.

Tak hanya itu, para suporter Jepang juga membantu mengumpulkan sampah di Rostov Arena, seperti yang mereka lakukan setelah menonton timnas mereka memainkan pertandingan babak grup di Saransk.

“Kami bermain sepak bola di sini, kami bertarung di lapangan, tetapi kami juga mewakili Jepang, dan kami harus melakukannya dengan martabat. Para penggemar menunjukkan ini," kata bek Jepang yang bermain untuk klub Inggris Southampton, Maya Yoshida.

Dari 'kedatangan' bangsa Viking hingga kemunculan kembali firaun Mesir, gaya para suporter timnas selama Piala Dunia di Rusia memang mengesankan. 

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki