Enam Bangunan Bersejarah di Sepanjang Arteri Kota Moskow

Setelah Sankt Peterburg menjadi ibu kota Kekaisaran Rusia, setiap tsar terus dinobatkan di Kremlin dan mereka melewati Tverskaya untuk memasuki kediaman lama mereka.

Setelah Sankt Peterburg menjadi ibu kota Kekaisaran Rusia, setiap tsar terus dinobatkan di Kremlin dan mereka melewati Tverskaya untuk memasuki kediaman lama mereka.

Moskva Agency
Jalan yang sangat terkenal ini kaya akan sejarah dan wajib dikunjungi wisatawan mana pun yang ingin mempelajari sejarah Moskow yang gemilang.

Tverskaya merupakan salah satu jalan tertua di Moskow. Pada abad ke-12, terdapat jalan yang mengarah ke Tver (sekitar 200 km di barat laut Moskow) dari sini. Demikian nama jalan ini diambil. Jalan tersebut dipisahkan oleh Sungai Neglinnaya dari Kremlin, yang dikeringkan selama awal abad ke-19, dan jembatan di atas sungai mengarah langsung ke Lapangan Merah.

Setelah Sankt Peterburg menjadi ibu kota Kekaisaran Rusia, setiap tsar terus dinobatkan di Kremlin dan mereka melewati Tverskaya untuk memasuki kediaman lama mereka. Berkat prosesi ini, pada abad ke-18 Tverskaya menjadi jalan utama kota dan masih mempertahankan statusnya hingga hari ini.

Russia Beyond menyorot tengara (landmark) paling menarik di jalan bersejarah ini, arteri utama yang menuju ke jantung politik Rusia.

Hotel Nasional dan Majelis Rendah Parlemen Rusia (Duma)

Hotel itu dibuka pada 1903. Meski tinggal di sana tidaklah murah, hotel ini tak pernah kekurangan tamu.

Dua bangunan besar yang dibangun berselang 30 tahun antara satu dan lainnya mengapit Tverskaya ulitsa saat Anda memasuki jalan besar itu dari sisi Kremlin. Namun, rupa mereka tampak tak sejalan dengan nilai sejarah yang mereka sandang. Di sebelah kiri (jika Anda berdiri memunggungi Kremlin) terdapat Hotel Nasional, salah satu hotel termewah di Rusia, yang didirikan pada awal abad ke-20. Di sebelah kanan terdapat simbol kekuatan Soviet, gedung Buruh dan Pertahanan Soviet, yang saat ini menjadi gedung Majelis Rendah Parlemen Rusia (Duma).

Gedung Majelis Rendah Parlemen Rusia (Duma).

Hotel itu dibuka pada 1903. Meski menginap di sana tidaklah murah, hotel ini tak pernah kekurangan tamu. Selain lokasi yang sangat strategis dan interior mewah, hotel ini juga sudah dilengkapi dengan berbagai teknologi yang kala itu terbilang canggih, seperti elevator, telepon, dan pemanas uap. Bangunan ini menjadi tuan rumah para industrialis penting dan diplomat asing, serta perwakilan terkenal dari komunitas bohemian — dari penulis Ivan Bunin hingga balerina Anna Pavlova. Setelah revolusi, Vladimir Lenin bahkan tinggal di sini sebelum ia pindah ke Kremlin.

Bangunan di seberang hotel adalah simbol Uni Soviet. Pemandangan monumental dengan fasad konstruktivis ini didirikan pada 1932 hingga 1935 dan menjadi model bagi bangunan pemerintah Soviet. Sebuah buku panduan yang terbit pada 1937 menyebutnya sebagai “salah satu bangunan paling indah di Moskow yang baru”.

Savvinskoye Court — bangunan yang berpindah (Gedung No. 6, Paviliun No. 6)

Atap pelana, menara di sudut-sudut, ubin multikromatik pada fasad — blok apartemen milik Biara Savvino-Storozhevsky ini dibangun pada awal abad ke-20 dengan gaya pseudo-Rusia yang modis.

Bangunan dengan arsitektur yang indah dan takdir yang unik ini terletak di patio (taman terbuka) bangunan No. 6. Untuk melihatnya, Anda harus melalui kelokan. Atap pelana, menara di sudut-sudut, ubin multikromatik pada fasad — blok apartemen milik Biara Savvino-Storozhevsky ini dibangun pada awal abad ke-20 dengan gaya pseudo-Rusia yang modis. Ruang di dalamnya disewakan sebagai apartemen dan kantor.

Pada 1939, bangunan itu menghalangi bangunan baru. Namun, ia tidak dihancurkan, “hanya” dipindahkan 50 meter ke dalam blok. Ini adalah praktik umum di Moskow pada saat itu. Sekitar 70 bangunan dipindahkan dan Savvinskoye Court adalah bangunan yang paling rumit dan terberat — bobotnya mencapai 23 ribu ton. “Pemindahan dilakukan tanpa memindahkan para penghuninya dan dilakukan hanya dalam satu malam, yang didahului oleh persiapan beberapa bulan.

Gedung Gubernur-Jenderal, yang kini menjadi Kantor Wali Kota Moskow (Gedung No. 13)

Bangunan merah dengan tiang-tiang berwarna putih ini dulu berukuran separuhnya dan warga Moskow biasa menghadiri pesta-pesta dansa di sini.

Bangunan merah dengan tiang-tiang berwarna putih ini dulu berukuran separuhnya dan warga Moskow biasa menghadiri pesta-pesta dansa di sini. Ia dibangun pada 1782 oleh arsitek Matvey Kazakov untuk Gubernur Jenderal Chernyshev. Setelah kematian pemilik pertamanya, bangunan itu dibeli oleh negara dan sejak itu menjadi kediaman resmi wali kota Moskow.

Pada 1930-an, selama perluasan Tverskaya ulitsa, gedung dipindahkan sejauh 13,5 meter, dan itu dilakukan dalam 41 menit. Ia juga ditambah dua lantai.

Kantor Sytin (Gedung No. 18)

Bangunan ini digunakan oleh redaksi surat kabar Izvestia, salah satu media terbesar Soviet, hingga surat kabar itu memiliki kantornya sendiri.

Bangunan ini merupakan adalah salah satu contoh terbaik gaya Art Nouveau (seni baru) di Moskow. Pada awal abad ke-20, rumah ini dimiliki oleh Ivan Sytin, seorang penerbit buku terkenal. Ia menempatkan redaksi korannya, Russkoye Slovo. Setelah revolusi, bangunan ini justru digunakan oleh redaksi surat kabar Izvestia, salah satu media terbesar Soviet, hingga surat kabar itu memiliki kantornya sendiri. Pada 1979, gedung ini, yang meliputi bangunan baru milik Izvestia, dipindahkan 30 meter ke samping. Untungnya, gedung ini tetap mempertahankan dekorasinya.

Klub Inggris (Gedung 21)

Masa kejayaan bangunan ini dimulai pada 1831, ketika Klub Inggris dipindahkan ke sini. Semua playboy Moskow bermimpi menjadi anggota komunitas laki-laki yang elitis ini.

Inilah satu-satunya rumah bangsawan klasik di jalan ini yang tak terdistorsi oleh rekonstruksi kelak. Rumah mewah dengan serambi bertiang, halaman depan, dinding batu, dan patung-patung singa dibangun pada akhir abad ke-18. Namun, bangunan ini mendapat sentuhan tambahan terakhirnya setelah invasi Napoleon dan dilanda kebakaran pada 1812.

Masa kejayaan bangunan ini dimulai pada 1831, ketika Klub Inggris dipindahkan ke sini. Semua playboy Moskow bermimpi menjadi anggota komunitas laki-laki yang elitis ini. Moto klub ini adalah “Concordia et laetitia” (keselarasan dan hiburan). Klub ini mengadakan makan siang mewah. Para anggota bermain kartu dan berdebat politik. Klub memiliki 400 anggota dan sekitar seribu kandidat selalu ada dalam daftar tunggu. Anggota baru hanya diterima atas rekomendasi dan pemungutan suara rahasia. Kini, bangunan menjadi Museum Sejarah Modern Rusia.

Ibu kota Rusia tengah menyaksikan gelombang renovasi paling signifikan sepanjang sejarah. Berhasilkah para arsitek menjadikan kota ini sebagai tempat yang lebih baik bagi semua orang?

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki