Rusia Berduka: Kebakaran di Kemerovo Tewaskan 64 Orang

Orang-orang meletakkan bunga untuk para korban kebakaran

Orang-orang meletakkan bunga untuk para korban kebakaran

AP
Banyak orang, termasuk anak-anak, tewas dalam kebakaran yang terjadi di sebuah pusat perbelanjaan di Kemerovo, Siberia, Minggu (25/3). Hingga kini, penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti.

Kemerovo, sebuah kota industri di Siberia — 3.600 km di timur Moskow — menjadi saksi kebakaran mematikan pada Minggu kemarin. Mal empat lantai, Zimnyaya Vishnya, hangus terbakar. Api ini diduga berasal dari area anak-anak di sebelah bioskop. Seperti yang dilaporkan para saksi mata, alarm kebakaran tak berfungsi sehingga banyak orang terjebak di dalam bangunan itu.

Asap tebal membubung di atas pusat perbelanjaan bertingkat di kota Kemerovo pada 25 Maret 2018.

Selama lebih dari 24 jam, 230 petugas pemadam kebakaran berjuang keras untuk memadamkan api — mal masih terbakar pada pukul 14.00 keesokan harinya. Kementerian Situasi Darurat Rusia melaporkan bahwa 64 orang tewas akibat kebakaran itu, termasuk anak-anak — banyak yang mengunjungi mal pada Minggu untuk merayakan awal musim semi di Rusia. Tak hanya itu, sekitar 200 hewan di kebun binatang di lantai III juga mati terbakar.

Kenapa Bisa Terjadi?

Masih belum jelas. Ada yang mengatakan bahwa seorang anak diduga tak sengaja menyalakan api, sementara faktor korsleting pun tak bisa dikesampingkan. Yang jelas, para saksi mata melaporkan bahwa tak ada bantuan yang datang segera setelah api mulai berkobar. “Tidak ada suara alarm kebakaran. Pintu evakuasi di lantai pertama bahkan ditutup. Saya masih tak percaya kami berhasil melarikan diri,” kata Dmitry Khoroshavtsev, seorang pengunjung yang selamat, kepada KP.

Sekelompok petugas pemadam kebakaran berjalan di dekat lokasi pusat perbelanjaan setelah kebakaran pada 26 Maret 2018.

Anton Gorelkin, seorang anggota parlemen Rusia dari Kemerovo, menulis di Facebook, “Sistem alarm dan pemadam kebakaran (di mal) sama sekali tak berfungsi. Ketika api mulai menyala, tidak ada alat pemadam kebakaran di dekatnya. Jika ada, (tragedi) ini bisa dihindari.” Menurutnya, mal itu jelas memiliki masalah dengan sistem keamanan. Sementara, fakta bahwa pejabat setempat mengizinkan mal itu dibuka untuk umum mengindikasikan kemungkinan praktik korupsi.

“Kami memiliki beberapa pusat perbelanjaan di Kemerovo yang dibangun dengan cara yang persis sama: plastik murah, koridor yang membingungkan, dan dokumen properti yang meragukan. Mereka semua harus diperiksa dan jika ditemukan pelanggaran sekecil apa pun, tutup mal itu! Tidak ada uang yang sepadan dengan nyawa anak-anak,” kata Gorelkin menegaskan. Wakil Gubernur Vladimir Chernov menyatakan bahwa pihak berwenang memiliki segudang pertanyaan kepada pemilik mal.

Pada Senin (26/3), Komite Investigasi Rusia menyatakan bahwa alarm kebakaran dimatikan oleh salah seorang penjaga begitu kebakaran terjadi.

‘Pelajaran Pahit’

Reaksi seorang pria setelah kebakaran terjadi.

Kemarin, Pemda Kemerovo menetapkan tiga hari masa berkabung, tetapi rakyat Rusia dan orang-orang dari seluruh dunia sudah lebih dulu mengekspresikan belasungkawa mereka. “Hari Minggu di kota besar, pusat perbelanjaan adalah tempat anak-anak bermain .... Peristiwa ini mengejutkan semua orang, saya menangis dan memeluk anak-anak saya,” tulis Galina Yuzefovich, seorang kritikus sastra, di akun Facebook-nya.

“Saya turut berbelasungkawa. Membayangkan jeritan anak-anak yang terperangkap di dalam, mengucapkan selamat tinggal kepada orang terkasih, benar-benar memilukan,” kata Jubir Kemenlu Rusia Maria Zakharova. “Semua orang yang bertanggung jawab atas kelalaian itu harus ditemukan. Ini adalah pelajaran yang pahit untuk kita semua.”

“Mereka yang berurusan dengan pemblokiran jalur evakuasi harus dihukum. Ini adalah pelajaran yang mengerikan,” ujar jurnalis Vasily Konov di Twitter.

Karangan bunga, lilin, dan mainan dari warga kota yang berduka di luar pusat perbelanjaan Zimnyaya Vishnya.

Banyak yang mengkritik pemerintah setempat karena tidak kompeten dan gagal menanggapi peristiwa nahas itu dengan cepat. Gubernur Aman Tuleyev bahkan tidak mengunjungi tempat kejadian — sikap sang gubernur dianggap sebagai penghinaan bagi banyak orang. Namun, Tuleyev mengatakan bahwa ia pun kehilangan seorang anggota keluarga dalam kebakaran itu (seorang gadis berusia 11 tahun) dan menyebutnya “kemalangan bersama.”

Orang-orang dari Moskow membawa bunga dan mainan anak-anak ke kantor perwakilan pemerintah setempat. Sementara keesokan paginya di Kemerovo, antrean panjang terlihat di luar pos transfusi darah — stok darah langsung terpenuhi hanya dalam dua jam.

Jika Anda ingin membantu para korban yang selamat dan orang-orang yang kehilangan keluarga mereka dalam tragedi ini, Anda bisa menyumbangan donasi melalui situs web Masyarakat Palang Merah Rusia (cabang Kemerovo).

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More