Perangi Jurai Es, Otoritas Sankt Peterburg Buat Sayembara dan Siapkan Hadiah Ratusan Juta Rupiah

Alexei Danichev/Sputnik
Selama musim dingin, jurai-jurai es yang menggantung di atap-atap bangunan berisiko jatuh mengenai kepala orang.

Yayasan Prodvizhenie Sankt Peterburg mengumumkan sayembara bagi para ilmuwan, pengusaha, dan insinyur di bawah 35 tahun untuk menciptakan alat yang dapat membersihkan icicles (jurai es) dari atap-atap bangunan di seluruh kota.

Yayasan itu siap untuk membayar satu juta rubel (sekitar 239,8 juta rupiah) kepada siapa pun yang berhasil menciptakan penemuan paling cerdik untuk membersihkan jurai-jurai es.

“Sistem pembersihan salju dan jurai es yang kita miliki saat ini sudah usang, tapi sejauh ini belum ada tindakan tegas apa pun yang diambil,” kata Kepala Prodvizhenie Andrey Zaikin.

Cuaca Sankt Peterburg selama musim dingin terbilang ekstrem karena kota itu dekat dengan Laut Baltik. Akibatnya, jurai-jurai es terbentuk dan menggantung di mana-mana. Jumlahnya yang melimpah menimbulkan ancaman serius bagi kehidupan dan segala fasilitas atau properti yang berada di bawahnya.

Masalah ini sebetulnya telah lama dibahas selama bertahun-tahun. Pada 2010, Valentina Matvienko, yang kala itu menjabat sebagai gubernur Sankt Peterburg, menyarankan agar jurai-jurai es dipotong dengan laser karena memotong dengan linggis sangat kuno dan menunjukkan seolah-olah negara masih berada di “Zaman Batu”.

Selain itu, ia juga menyarankan agar pemerintah kota menggunakan uap untuk mencairkan duri-duri es yang membahayakan ini. Namun, gagasan itu hanya dilaksanakan saat udara panas digunakan untuk membersihkan salju dari atap-atap bangunan supaya tak tumbuh jurai-jurai es.

Musim dingin di Rusia memang cantik, tapi tak berarti bebas bahaya. Bukan cuma Prodvizhenie, kepolisian Rusia pun berupaya keras mencegah jurai-jurai jatuh mengenai kepala orang.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki