Sebulan Buat Panggilan Palsu, Ulah Iseng Bocah Siberia Bikin Pemadam Kebakaran ‘Sakit Kepala’

Terkadang anak-anak bisa sangat menjengkelkan — terutama jika Anda adalah seorang pemadam kebakaran di Siberia,  sementara seorang anak berusia 9 tahun terus-menerus menghubungi kantor Anda.

Terkadang anak-anak bisa sangat menjengkelkan — terutama jika Anda adalah seorang pemadam kebakaran di Siberia, sementara seorang anak berusia 9 tahun terus-menerus menghubungi kantor Anda.

Getty Images
Anak jahil ini berhasil tertangkap sebelum akhirnya ditegur petugas pemadam kabakaran.

Bulan lalu, petugas pemadam kebakaran dari kota kecil Ust-Kut dekat Irkutsk (4.200 km di timur Rusia) mengajari murid-murid sekolah dasar apa yang harus mereka lakukan jika terjadi keadaan darurat: hubungi 101 atau 112. Namun, Vadim, seorang murid berusia sembilan tahun, tampaknya tak terlalu menganggap serius pelajaran itu.

Selama sebulan, dia menelepon nomor itu berulang kali. Polisi pun membutuhkan waktu beberapa minggu sebelum akhirnya berhasil melacaknya. Setelah ketahuan, polisi memaksa anak itu untuk mengunjungi seorang psikolog, sedangkan para petugas pemadam kebakaran yang telah ia jahili mengundangnya ke markas mereka. Di sana, mereka menasihati anak itu sambil mangatakan bahwa ia telah membuang-buang waktu layanan darurat. Petugas kebakaran mengatakan bahwa dia mungkin telah membahayakan nyawa seseorang dengan membuat panggilan palsu.

“Kami menjelaskan kepadanya mengenai pekerjaan kami, menjelaskan betapa pentingnya aksi cepat tanggap, ketika nasib orang lain dipertaruhkan dalam hitungan menit,” kata komandan garnisun tersebut. Sepertinya, Vadim tak akan mendapatkan ponsel dari orang tuanya dalam waktu dekat.

Sebetulnya, bukan cuma anak-anak yang bisa berbuat jahil seperti ini. Dua komedian Rusia sempat membuat pemimpin-pemimpin dunia sakit kepala dengan ulah iseng mereka!

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More