Siapkah Rusia Memakai Teknologi Blockhain Tahun Ini?

Getty Images
Tahun 2017, ada perkembangan besar-besaran dari teknologi ‘blockhain’ secara global. Di Rusia sendiri, pemerintah berencana memberlakukan CryptoRuble, dan pemerintah kota Moskow juga mempertimbangkan penggunaan teknologi ini untuk transparasi sistem pemilihan umum. Tapi, siapkah masyarakat sipil menerima perubahan?

Pada Desember, Universitas Ekonomi Plekhanov Rusia (PRUE), salah satu institusi pertama di negara yang memberlakukan program cryptocurrency, mengadakan survei untuk memastikan kesiapan publik mengadopsi teknologi blockhain - sistem pencatatan transaksi terintegrasi dengan teknologi modern, yang memiliki kode unik yang tak bisa dirubah (kekal) serta merevolusi cara kerja internet, perbankan dan hal-hal lainnya.

Penelitian menemukan bahwa sentiment umum terhadap teknologi ini telah berubah: Bitcoin dan jenis cryptocurrency lain tidak lagi dianggap sebagai “metode transaksi ilegal”.

Transaksi penjual-pembeli yang ditulis dalam sebaris kode telah memainkan peran penting dalam perubahan persepsi masyarakat, demikian menurut Diana Stepanova, asisten profesor di PRUE.

Ia percaya bahwa teknologi blockchain dapat memiliki dampak positif untuk berbagai industri, termasuk kesehatan. Menurut Stepanova, dalam beberapa tahun teknologi ini bisa menjadi standard di industri.

Pada 2017, PRUE memperkenalkan mata kuliah “Perdagangan Cryptocurrency”, yang diajarkan oleh para pendiri Token Finance, perusahaan investasi asal Moskow. Sebagai bagian dari mata kuliah, para mahasiswa akan diajari prinsip-prinsip analisis teknis dan dasar, metodologi perdagangan, dan portofolio investasi.

 

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki