Bakar Rumah demi Proyek Fotografi, Fotografer Rusia Terancam Masuk Penjara

Danila Tkachenko telah membakar rumah-rumah tua demi proyek fotografinya yang ia dedikasikan untuk menunjukkan fenomena hilangnya pedesaan di Rusia.

Danila Tkachenko telah membakar rumah-rumah tua demi proyek fotografinya yang ia dedikasikan untuk menunjukkan fenomena hilangnya pedesaan di Rusia.

Aleksandr Alpatkin
Danila Tkachenko telah membakar rumah-rumah tua demi proyek fotografinya yang ia dedikasikan untuk menunjukkan fenomena hilangnya pedesaan di Rusia. Tapi saat ini dirinya sedang berada di "air panas".

Beberapa orang memiliki hasrat yang membara demi mencapai tujuannya. Proyek "Tanah Air" yang digagas fotografer Rusia Danila Tkachenko—yang didedikasikan untuk pedesaan di Rusia—dilakukan dengan cara membakar habis rumah-rumah yang telah ditinggalkan. Ia mengklaim bahwa sebelum membakar rumah untuk proyeknya, ia telah memeriksa lebih dahulu bahwa rumah tersebut sudah tak ada lagi pemiliknya.

"Selalu ada jalan yang ketika Anda akan melewatinya, Anda langsung mengetahui apakah ada yang pernah melewati jalan itu atau tidak. Saya tentu saja tidak membakar habis rumah yang masih layak untuk ditinggali — melainkan hanya membakar rumah-rumah tua yang kayunya sudah membusuk dan tanpa atap. Dalam melakukan hal ini, saya tidak menyakiti seorang pun," ujar Tkachenko.

Bahkan bangunan-bangunan yang dikelola Badan Federal untuk Pengelolaan Barang Milik Negara juga telah ditinggalkan," kata Anna Tukayeva, kepala Krokino, badan amal untuk menjaga bangunan-bangunan tua di Rusia. "Ini adalah hal yang berbahaya — karena dengan menggunakan kedok seni, seseorang bisa menghancurkan warisan budaya dan bangunan-bangunan.

Tukayeva mengatakan bahwa badan amal ini tidak bisa mengajukan tuntunan terhadap sang pembakar bangunan, namun Kementerian Kebudayaan Rusia bisa melakukannya. Jika pengadilan memutuskan bahwa Tkachenko bersalah atas pembakaran yang telah dilakukannya, ia bisa mendapat hukuman penjara selama tiga tahun.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

More