‘Winter Is Coming’: Enam Jurus Ampuh Menghadapi Musim Dingin Rusia

Saat musim dingin, terkadang orang-orang di Rusia terlihat seperti. Tapi tidak semuanya!

Saat musim dingin, terkadang orang-orang di Rusia terlihat seperti. Tapi tidak semuanya!

Reuters
Musim dingin di Rusia bisa sangat jahat kepada Anda, terutama di daerah-daerah seperti Siberia. Bahkan musim panas tahun ini tetap diselimuti hujan (dan salju), jadi Anda harus bersiap-siap ketika mengunjungi Rusia. Russia Beyond menjelaskan beberapa tips penting untuk melewati hari-hari yang dingin dan gelap di Negeri Beruang Merah. Jangan khawatir, musim dingin tak selalu berarti mendung dan kelam.

Ada sebuah lelucon populer tentang perilaku orang asing terhadap iklim di Rusia: seorang mahasiswa yang kuliah di Rusia menulis surat untuk temannya: “Saat musim dingin ‘hijau’ saya masih tidak apa-apa, tapi ketika musim dingin ‘putih’ datang, semua hal terasa sangat berat…”

Tentu saja, ini bukan berarti di Rusia Anda akan membeku 365 hari setahun. Cuacanya tergantung Anda berada di daerah mana. Sebagai contoh, di Sochi (1,600 kilometer di selatan Moskow), bahkan pada bulan Februari rata-rata suhu di sana jarang berada di bawah enam derajat Celsius.

Namun begitu, di Yakutsk (8,300 kilometer di timur Moskow), di mana iklimnya jauh lebih kejam, bersiap-siaplah menghadapi suhu serendah minus 33 derajat Celsius pada bulan yang sama. Tapi jangan takut, bahkan tempat yang sangat dingin pun tetap menarik untuk dikunjungi; Anda hanya harus bersiap-siap.

1. Berpakaian Sehangat Mungkin

Ini bukan hal yang sulit: untuk melawan dingin, pertama-tama Anda harus berpakaian tebal, terutama jika Anda berasal dari negara yang tidak punya musim dingin.

Jika dingin hingga mencekam di luar, kenakanlah beberapa lapis pakaian: kaus, kemeja, sweter, dan terakhir jaket musim dingin. Jangan lupa juga topi, syal, dan sarung tangan (atau mitten – ini lebih hangat).

Orang Rusia pun sering tak bisa bersenang-senang di luar rumah ketika musim dingin.

Selain itu, tetaplah berpakaian sesuai rencana Anda. Jika Anda hanya ingin pergi ke teater dan tidak akan berada di luar lebih dari lima menit, memakai pakaian dalam termal bukanlah ide yang bagus karena Anda bisa berkeringat.

2. Beli Sepatu Bot dengan Tapak yang Kuat

Tentu saja Anda butuh sepatu tahan air yang hangat untuk menghadapi musim dingin di Rusia. Solnya harus punya cengkeraman yang bagus, karena terpeleset es sudah sering terjadi di Rusia – Anda juga bisa mencelakai diri sendiri. Berhati-hatilah!

3. Gunakan Krim Kulit

Jika suhunya minus 30 derajat di luar dan Anda sudah berpakaian dengan pas, mungkin hanya wajah Anda yang langsung terkena dingin, jadi ia juga butuh perlindungan. Angin kencang dapat merusak kulit jadi Anda perlu krim khusus untuk menangkalnya. Jenis krim berbasis minyak adalah yang paling cocok untuk musim dingin – jangan beli yang berbasis air, hanya akan membuat semua hal lebih buruk!

4. Hati-Hati dengan Untaian Air Beku!

Jika melihat untaian air beku seperti ini, lebih baik menjauh.

Musim semi selalu ditunggu-tunggu di Rusia. Es di berbagai tempat mulai mencair, suasana hati juga membaik, tapi hati-hatilah: saat es mencair, untaian air beku yang tajam bisa jatuh dari atap. Oleh karena itu, berhati-hatilah dan jangan berjalan kaki terlalu dekat dengan genteng bangunan.

5. Makan yang Cukup

Ketika cahaya matahari kurang menyinari, tubuh Anda bekerja lebih keras untuk menjaga keseimbangan dan membakar kalori: “Musim dingin adalah saat yang buruk untuk diet ketat,” ujar Marina Demina, ahli nutrisi Rusia, kepada harian Argumenty i Fakty.

Tidak makan adalah ide yang buruk saat musim dingin. Namun, ini bukan berarti Anda harus makan permen, daging berlemak, dan makanan-makanan tak sehat lainnya. Menurut Demina, keputusan terbaik adalah untuk makan sup sayuran panas, buah-buahan kering, dan madu (bila sulit mencari sayuran segar dan buah-buahan), serta minum minyak ikan kod terus-menerus.

6. Minum Teh (Bukan Vodka)

Minuman hangat bisa sangat membantu saat musim dingin.

Jika ada orang Rusia yang menyarankan Anda untuk terus minum vodka untuk menghangatkan diri, mereka salah. Alkohol memang memberikan rasa hangat tapi ia bisa berbahaya: ketika diisi alkohol, tubuh manusia bisa tak menyadari dingin dan bisa berujung radang dingin. Kaum tunawisma bahkan biasanya meninggal gara-gara hal ini, jadi jauh lebih baik minum teh atau minum panas nonalkohol lainnya.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More