Massa Gelar Unjuk Rasa Dukung Rohingya, Polisi Moskow Tutup Jalan Dekat Kedubes Myanmar

Kondisi warga Rohingya yang mengalami banyak penindasan mengundang unjuk rasa di berbagai belahan dunia.

Kondisi warga Rohingya yang mengalami banyak penindasan mengundang unjuk rasa di berbagai belahan dunia.

Ahmed Salahuddin/ZUMAPRESS.com/Global Look Press
Massa berunjuk rasa mendukungan muslim Rohingya di sekitar Kedubes Myanmar di Moskow pada Jumat lalu. Namun, pemerintah kota Moskow menolak untuk mengoordinasikan aksi tersebut.

Polisi Moskow menutup Jalan Bolshaya Nikitskaya dekat Kedubes Myanmar pada Jumat malam (8/9) saat terjadi unjuk rasa oleh para pendukung muslim Rohingya.

Baik di jalan tersebut maupun di jalan-jalan sekitarnya terlihat beberapa mobil patroli. “Orang-orang diizinkan melewati jalan itu, tapi saya tidak. Mereka bilang, itu karena penampilan saya,” kata seorang koresponden kepadaMeduza. Polisi mengatakan bahwa daerah di sekitar Kedubes Myanmar telah ditutup.

Orang-orang mengadakan unjuk rasa sebagai dukungan terhadap muslim Rohingya yang tertindas di sekitar Kedubes Myanmar di Moskow pada Jumat lalu. Namun, pemerintah kota Moskow menolak untuk mengoordinasikan aksi tersebut. Penanggung jawab unjuk rasa, Arslan Khasavov, mengatakan bahwa ia akan tetap membawa sekelompok kecil orang untuk berunjuk rasa.

Sebelumnya, pada 3 September di sekitar Kedubes Myanmar juga telah terjadi unjuk rasa spontan yang mengecam penganiayaan terhadap komunitas muslim Rohingya di Myanmar. Unjuk rasa tersebut berlangung aman tanpa pelanggaran hukum apa pun. Pada hari berikutnya, terjadi demonstrasi besar-besaran yang melibatkan 1,1 juta orang di ibu kota Chechnya, Grozny. Setelah dua unjuk rasa yang terjadi di Moskow dan Grozny tersebut, Presiden Vladimir Putin menyatakan bahwa dirinya mengutuk kekerasan yang terjadi terhadap muslim Rohingya di Myanmar.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

More