Hari Terakhir Sebelum Berangkat ke Bali

Saya harus melalui lubang jaringan tanpa menyentuhnya. Foto: penulis

Saya harus melalui lubang jaringan tanpa menyentuhnya. Foto: penulis

Hari terakhir sebelum berangkat ke pusat seni kami tinggal di Wisma Kinasih di Bogor.

Waktu saya di Rusia, saya selalu diceritakan bahwa di Bogor tiap hari hujan, dan ternyata itu benar. Tetapi mandi air hujan hangat sesungguhnya lebih baik daripada mandi air hujan dingin pada musim gugur di Rusia. Cuaca di Indonesia, menurut saya, bagus sekali. Dan, tentu saja, beberapa hari pertama di Indonesia saya merasa tidak terbiasa dengan iklim yang baru itu. Tapi sekarang saya menyadari bahwa bersinarnya matahari setiap hari di Indonesia, meskipun turun hujan, sangat menggembirakan.

Di Bogor kami dikasih satu hari untuk apa yang disebut outbound training. Kami dibagi menjadi beberapa kelompok, dan kami telah mengalami berbagai relay: misalnya, di antara dua pohon ada mesh, dan setiap anggota tim harus memanjat melalui lubang jaringan tanpa menyentuhnya. Itu menyenangkan! Dan kami, tim Bali, sangat beruntung memenanginya!

Kami sedang melakukan outbond training. Foto: penulis

Tim Bali memenangkan perlombaan dan berfoto bersama. Foto: penulis

Kemudian, pada malam hari ada konser. Masing-masing kelompok menyiapkan pertunjukan. Sebagai contoh, kami menulis sebuah lagu tentang Bali dan menujukkan tarian Bali yang  sederhana. Kami belajar tariannya bersama dengan Grandy, peserta BSBI dari Indonesia. Berdasarkan aturan program BSBI ini, di setiap kelompok harus ada satu orang Indonesia, supaya selalu ada orang yang mengetahui budaya dan bahasa Indonesia. Itu benar-benar membantu kami. Grandy berasal dari Monado, Sulawesi Utara, dan satu hari ia bahkan membawakan kami makan masakan tradisional Manado yang dimasak oleh ibunya. Dia juga menunjukkan kami banyak tarian! Saya selalu berpikir bahwa semua orang Indonesia sangat berbakat menari, atau menyanyi, atau menulis puisi ... Mengapa orang Rusia tidak sama?

Hari berikutnya, kami semua pergi ke bandara Soekarno-Hatta dan dari sana peserta masing-masing berangkat ke kota tempat belajar mereka. Itu sangat menyedihkan bahwa kami tidak bersama-sama lagi, meskipun kami kenal satu sama lain hanya selama seminggu. Di sisi lain, sekarang saatnya untuk berkonsentrasi pada studi budaya Indonesia di pusat seni. Selain itu, kami senang bahwa kami akan bertemu di Yogyakarta pada bulan Juni, ketika semua tim akan perform di Universitas Gadjah Mada!

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.