Capello Bawa Rusia Songsong Babak Penyisihan Piala Dunia

Capello memiliki mental disiplin dan ketepatan waktu yang tinggi. Foto: ITAR-TASS

Capello memiliki mental disiplin dan ketepatan waktu yang tinggi. Foto: ITAR-TASS

Tim nasional sepak bola Rusia, untuk pertama kalinya dalam 12 tahun, akan bersaing di final Piala Dunia. Tim Rusia bukanlah tim favorit. Namun tim ini dapat diandalkan untuk mencapai hasil yang membanggakan. Para fans dan pengamat tidak berharap banyak pada para pemain, namun lebih pada kepala pelatih tim Fabio Capello.

Capello memiliki mental disiplin dan ketepatan waktu yang tinggi. Ia berbeda dengan pelatih tim Rusia sebelumnya, Guus Hiddink, yang terlalu memanjakan para pemain, atau si muka masam Dick Advocaat, yang terang-terangan menunjukan bahwa ia lebih tertarik pada jumlah angka di rekening banknya dibanding pada proses pelatihan.

Dulu, para pelatih Belanda datang ke Rusia hanya untuk kunjungan-kunjungan singkat. Sementara, Capello bersedia hadir pada 3-4 pertandingan pada setiap putaran kejuaraan nasional. Ia secara bertahap mengubah setengah pemain di tim nasional. Para pemain yang dianggap Advocaat tak dapat digantikan seperti Arshavin, Pavlyuchenko, dan Pogrebnyak, dihapus Capello dari daftar. Sebagai gantinya, Capello menemukan bek Kozlov dan Eshenko, sekaligus membuat Fayzulin dan Kombarov sebagai pemain utama. Sekarang ia akan membawa sejumlah pemain yang beberapa bulan sebelumnya bahkan tak mampu bermimpi berada di tim nasional ke Brasil untuk berlaga di Piala Dunia. Kebijakan Capello memaksa pemain untuk terus bekerja keras dan menunjukkan bahwa tidak ada pemain yang posisinya secara otomatis aman.

Fabio gemar mengulang kata ‘hormat’ atau ‘respek’. Ia bekerja menurut tata tertib yang ketat. Para pemain harus mematuhi jadwal sesuai dengan menit yang ditentukan. Selain itu, wartawan tidak diizinkan masuk ke hotel tempat tim menginap, kecuali selama acara resmi.

Menurut bandar taruhan olahraga yang berpengaruh, William Hill, tim nasional Rusia bukan merupakan salah satu tim favorit utama untuk Piala Dunia. Secara umum, tim ini menempati peringkat 14. Peluang untuk kemenangan tim Rusia 81 banding 1. Tetapi, William Hill tidak memiliki keraguan bahwa tim Capello dapat melewati babak penyisihan grup. Peluang untuk mencapai hal tersebut adalah 1,44 banding 1.

Mantan pelatih kepala tim Rusia Valery Gazzaev mengatakan bahwa tim Rusia telah menjadi lebih kuat dan kompak. Yuri Semin, pelatih lain yang juga pernah bekerja sama dengan tim nasional Rusia, setuju dengan Gazzaev. “Saya mengakui Capello berhasil menyatukan kebersamaan dalam tim. Kami mulai memainkan pertahanan yang lebih baik, meski beberapa pemain belakang kami, karena usia mereka, kadang-kadang tidak bisa mengimbangi para pemain cepat tim lawan kami,” ujar Semin.

Keluhan Semin tentang kecepatan beberapa pemain berlaku terutama untuk bek-bek tengah. Sergei Ignashevich akan segera merayakan ulang tahun ke-35, sementara Vasili Berezutski akan berusia 32 pada bulan Juni. Namun, Capello sama sekali tidak berhasil menemukan pengganti kedua pemain ini.

Mencari Cara untuk Lolos

Dalam turnamen ini, Rusia menyadari bahwa ia akan jauh dari favorit. Namun, para penggemar dan pengamat sama-sama merasa bahwa kinerja tim di grup mereka akan menjadi kuat, terutama mengingat kenyataan bahwa lawan pada tahap ini bukan dari tim nasional yang paling tangguh, yakni Korea Selatan, Belgia, dan Aljazair.

“Saya tidak bisa menjamin lolos dari babak penyisihan, tapi jika kami berhasil lolos, jangan terkejut,” kata Vyacheslav Koloskov, Presiden Kehormatan Asosiasi Sepak Bola Rusia. Vladimir Stognienko, seorang penyiar televisi terkenal yang akan menyiarkan pertandingan tim nasional Rusia di Brazil, sepakat dengan Koloskov. “Saya yakin bahwa kita akan berada di babak 1/8 final. Kemudian, jika kita berhasil untuk menghindari bermain melawan Jerman, saya yakin kita akan terus melaju. Namun, pada prinsipnya, sekadar lolos dari babak penyisihan grup saja akan menjadi prestasi besar bagi kita, karena pada tahun 1986 kita bahkan tidak berhasil melakukan itu. Selain itu, optimisme saya didasarkan terutama pada pelatih. Capello tidak sempurna, tapi ia adalah bagian terkuat dari tim kita.”

Namun, Fabio Capello sendiri tidak terburu-buru untuk membuat pernyataan dramatis. “Kami berpartisipasi di Piala Dunia setelah jeda panjang, dan turnamen ini benar-benar berbeda dari kejuaraan yang lain,” kata Capello. “Kami sedang mempersiapkan untuk babak penyisihan grup. Jika kami bisa melewati itu, sangat mungkin bahwa di 1/8 final kami akan bermain melawan Jerman atau Portugal. Namun, kami akan pikirkan itu nanti. Janganlah kita terburu-buru. Mari berjalan satu langkah pada satu waktu.”

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.