FIFA Tolak Pindahkan Piala Dunia 2018 dari Rusia

Presiden FIFA Joseph S. Blatter mengatakan bahwa sepakbola harus bersih dari campur tangan politik dan politisi. Sumber: AP

Presiden FIFA Joseph S. Blatter mengatakan bahwa sepakbola harus bersih dari campur tangan politik dan politisi. Sumber: AP

Asosiasi Sepakbola Dunia (FIFA) telah menolak permintaan senator AS untuk melarang tim nasional Rusia untuk bepartisipasi dalam Piala Dunia 2014 dan membatalkan hak Rusia untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018.

Pada awal Maret, Senator Mark Kirk dan Dan Coats mengirim permintaan pada FIFA untuk membekukan keanggotaan Rusia dalam organisasi tersebut. Menurut mereka, Rusia melanggar Pasal 3 statuta FIFA tentang diskriminasi berdasarkan alasan ras, politik, dan lain-lain terkait kasus Krimea.

Sejak awal, kecil kemungkinan Kirk dan Coats mendapatkan jawaban atas permohonan mereka. Pejabat FIFA dan UEFA akan mengernyitkan dahi ketika ada orang luar yang mencoba ikut campur urusan mereka, terutama jika mereka berusaha mencampurkan sepakbola dan politik.

Kemarin, sebuah media AS menerbitkan balasan yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal FIFA Jérôme Valcke. "Kami ingin menekankan bahwa tim-tim akan berpartisipasi di Piala Dunia dan kompetisi lain di bawah naungan FIFA hanya dengan dasar prinsip keolahragaan dan bukan hal lain," bunyi balasan tersebut.

Presiden FIFA Joseph S. Blatter mengatakan hal yang kurang lebih sama ketika berkomentar tentang permintaan Kirk dan Coats. "Atas nama FIFA dan semua federasi nasional, saya mohon kita dapat menyatukan upaya dan melindungi sepak bola dari campur tangan politik dan politikus," ujar Blatter.

UEFA sepenuhnya setuju dengan FIFA. Baru-baru ini Presiden UEFA Michel Platini juga memberikan reaksi tajam atas pertanyaan ini.

"Kami lelah dengan permintaan seperti itu," kata Platini. “Jika Anda ingin memboikot, boikotlah kedutaan besarnya, lakukan sesuatu pada kegiatan ekonominya. Jangan berharap apa pun dari kami. Sayangnya, ada banyak orang di dunia yang tidak suka olahraga dan mereka tidak malu menunjukkannya, sampai mengajukan permintaan secara terbuka seperti ini. Biarlah politikus mengurusi politik. Olahraga sebaiknya menjadi pemersatu umat manusia," ujar Platini.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.