Mantan Pelatih Chelsea Jadi Pelatih Utama Zenit

Villas-Boas mulai populer ketika bekerja untuk tim klub sepakbola Portugal, FC Porto. Kredit: Source: Photoshot/Vostock Photo

Villas-Boas mulai populer ketika bekerja untuk tim klub sepakbola Portugal, FC Porto. Kredit: Source: Photoshot/Vostock Photo

Mantan pelatih FC Porto, Chelsea, dan Tottenham, Andre Villas-Boas kini menjadi pelatih tim Zenit Saint Petersburg menggantikan Luciano Spalletti. Para pengamat berkomentar mengenai peluang sukses pelatih asal Portugal tersebut di Rusia.

Menurut situs resmi Zenit, kontrak telah ditandatangani untuk dua musim dan sang pelatih diperkenalkan pada 20 Maret.

Sebelumnya, tim “biru putih biru langit” tersebut dilatih oleh Luciano Spalleti dari Italia yang dipecat setelah menjalani dua pertandingan resmi pada 2014. Mantan pemain CSKA dan Zenit, Sergey Semak ditunjuk sebagai pelatih sementara Zenit selama masa vakum pelatih, namun Semak gagal membawa kemenangan dalam pertandingan pertamanya. Zenit kalah dari tim tuan rumah CSKA Moskow dengan skor 1-0 di Liga Rusia.

Beberapa nama yang sempat diusung menjadi kandidat pelatih utama Zenit adalah Dick Advocaat (mantan pelatih Zenit yang kini menangani AZ Alkmaar), Fabio Capello (pelatih tim nasional Rusia), Peter Bosch (pelatih klub Belanda Vitesse) dan Thomas Schaaf (mantan pelatih Werder Bremen). Valery Gazzayev yang pernah melatih CSKA dan Dynamo Kiev juga sempat disebut-sebut sebagai calon pengganti Spalletti.

Mourinho Kedua

Villas-Boas mulai populer ketika bekerja untuk tim klub sepakbola Portugal, FC Porto. Pada 2011, ia berhasil membawa tim yang dijuluki “Dragão” (naga) tersebut memenangi Liga Primer Portugal dan Liga Eropa. Kesuksesan itu membuat Villas-Boas menjadi pelatih termuda yang memenangi kompetisi tingkat UEFA. Saat final Liga Eropa, Villas-Boas berusia 33 tahun 213 hari. Sebelum kemenangan tersebut, Villas-Boas bekerja sebagai asisten Jose Mourinho. Seperti Mourinho, Villas-Boas pergi ke Chelsea setelah awal karir yang gemilang di Portugal.

Sayangnya, Villas-Boas hanya dapat memimpikan pencapaian rekan senegaranya itu. Di Chelsea, Villas-Boas bahkan tidak berhasil bertahan selama satu musim. Ia bersitegang dengan pemain-pemain lama di klub tersebut dan membuat The Blues turun menjadi tim papan tengah. Pada musim panas 2012, Villas-Boas kembali ke Liga Primer Inggris dan menjadi pelatih Tottenham. Di Tottenham, kehadiran Villas-Boas pun hampir tidak bisa disebut sukses. Ia dipecat setelah bekerja satu tahun setengah.

Pengamat Ragukan Villas-Boas

Baik pengamat Rusia maupun Eropa tidak memberi evaluasi positif terkait keputusan manajemen Zenit untuk menggaet Andre Villas-Boas. Salah satu kelemahan Villas-Boas, menurut mereka, adalah sifatnya yang luar biasa keras kepala dan tidak mampu membangun hubungan baik dengan pemain bintang. Namun para pengamat menyebutkan, Villas-Boas memiliki kekuatan dalam menyusun strategi hebat dengan efisiensinya yang mengagumkan.

Berdasarkan materi berita dari Gazeta.ru, Rossiyskaya Gazeta, dan championat.com.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.