Dua Stadion Baru St. Petersburg untuk Piala Dunia 2018

Pada tahun 2010, Gazprom Arena terpilih menjadi salah satu tempat penyelenggaraan babak semifinal di Piala Dunia 2018. Kredit: PhotoXpress

Pada tahun 2010, Gazprom Arena terpilih menjadi salah satu tempat penyelenggaraan babak semifinal di Piala Dunia 2018. Kredit: PhotoXpress

Pembangunan Gazprom Arena, stadion sepak bola di St. Petersburg yang direncanakan menjadi tempat perhelatan semifinal Piala Dunia 2018 telah mundur 19 kali dari jadwal.

 

Keterlambatan pembangunan stadion ini semakin dikhawatirkan akan berdampak pada Piala Dunia 2018 kelak. Selain itu, lambannya pembangunan Gazprom Arena membuat Zenit, tim sepak bola St. Petersburg tidak memiliki tempat yang layak untuk menjadi tuan rumah pertandingan antarklub. Oleh karena itu, pemerintah Rusia memutuskan untuk membuat stadion cadangan yang bisa selesai dalam waktu lebih singkat agar dapat digunakan oleh Zenit hingga Gazprom Arena selesai.

Stadion berkapasitas 25.000 akan dibangun di bagian utara St. Petersburg. Stadion baru ini dibuat untuk pertandingan tim Zenit yang kedua, tapi akan memenuhi semua persyaratan FIFA dan UEFA. Zenit dapat menjadi tuan rumah pertandingan internasional di stadion ini, termasuk Liga Champions.

Stadion cadangan tersebut akan dibangun dalam waktu 8-10 bulan oleh Nussli, perusahaan Swiss yang mengklaim dapat membangun aset olahraga dengan tengat waktu ketat. Pendeknya masa pembangunan stadion membuat beberapa bagian arena seperti ruang ganti dan skybox (ruangan VVIP) akan dibawa ke St. Peterseburg dalam kondisi sudah jadi dan siap pakai.

Maksim Mitrofanov, direktur umum Zenit, merasa bahwa pembangunan stadion baru tersebut merupakan kebutuhan yang mendesak. Menurut Mitrofanov, proyek pemeritah kota membangun stadion utama yang berkepanjangan dan tidak tepat waktu menjadi masalah bagi Zenit. “Musim ini telah menunjukan bahwa Rusia sangat kekurangan stadion yang layak, contohnya saat CSKA Moskow bermain di Liga Champions di St. Petersburg. Sebuah stadion berkapasitas 25.000 orang di Rusia akan berguna bukan hanya untuk Zenit namun juga untuk sepakbola Rusia secara keseluruhan,” jelas Mitrofanov.

Kekhawatiran Mitrofanov tentu beralasan. Gazprom Arena telah dibangun sejak 2007. Tengat waktu pembangunan untuk stadion baru telah mundur 19 kali. Setiap pengumuman tanggal pembukaan baru, biaya pembangunan terus bertambah. Mantan Gubernur St. Petersburg, Valentin Matvienko, menyatakan pada 2006 proyek tersebut berharga 250 juta dolar AS. Kini biayanya mencapai 1 milyar dolar AS.

Pada 2010 Gazprom Arena dipilih sebagai stadion kunci untuk Piala Dunia 2018 dan akan menjadi tempat perhelatan satu pertandingan semifinal. Artinya, stadion harus berkapasitas setidaknya 60.000 orang. Hal tersebut mengejutkan Avant, kontraktor yang kemudian menghentikan pembangunan selama satu tahun. Akhirnya proyek pembangunan dipindahkan ke kontraktor lain.

Kepala kontraktor The Transstroy, kontraktor baru untuk pembangunan Gazprom Arena mengeluh mengenai rendahnya kualitas hasil kerja yang telah diselesaikan oleh pendahulu mereka. Struktur main load bearing (penahan beban utama) telah rusak karena membeku dan perlu dibangun kembali. Load bearing pun sudah berubah bentuk akibat menahan beban berat tumpukan es yang tebal sehingga perlu dibangun ulang.

Stadion Termahal dalam Sejarah

Anastasia Gordeyeva, Kepala Komunikasi Eksternal The Transstroy, menyatakan pada RBTH bahwa stadion diperkirakan selesai pada Juli 2016 dengan biaya 34,9 miliar rubel atau sekitar 1,05 milyar dolar AS. “Ada kemungkinan penurunan biaya,” ujar Gordeyeva.

Dengan biaya tersebut, Gazprom Arena akan menjadi stadion modern dengan fasilitas canggih. Gordeyeva mengatakan Gazprom Arena akan memiliki kereta kabel yang menghubungkan Krestovskiy Ostrov, tempat stadion baru ini berada, dengan bagian-bagian lain dari kota tersebut. Sebuah jembatan pejalan kaki juga akan dibangun dan menjadi rute tercepat untuk mencapai stadion. Selain itu, atap stadium akan dibuat teleskopis sehingga lapangan dapat ditutup ketika cuaca buruk.

Karena kondisi cuaca di St. Peterburg tidak memungkinkan menanam rumput di musim dingin, perancang proyek memutuskan solusi arsitektur yang memungkinkan rumput lapangan untuk tumbuh selama musim dingin.

Menurut Valeriy Chukhriy, Konsultan FIFA untuk Eropa Timur dan Asia Tengah, stadion St. Petersburg dapat menjadi stadion termahal dalam sejarah sepakbola. Sebagai perbandingan, konstruksi dan renovasi stadion di Jerman pada Piala Dunia 2006 hanya menghabiskan sekitar 2,6 juta dolar AS.

“Saya telah melihat stadionnya dan menurut saya biaya total untuk St. Petersburg akan melebihi rekonstruksi stadion Wembley London." Rekonstruksi stadion Wembley yang legendaris dilakukan selama empat tahun dari 2003 sampai 2007 dengan biaya 1,57 milyar dolar AS.

Chukhriy juga mengingatkan pihak Rusia untuk belajar dari pengalaman Ukraina yang kehilangan hak untuk menjadi tuan rumah kejuaraan Eropa pada 2012 karena pembangunan infrastruktur yang terlambat.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.