Olimpiade di Sochi Akan Jadi 'Olimpiade Paling Aman'?

Sumber: RIA Novosti

Sumber: RIA Novosti

Ihwal keamanan masyarakat umum selalu menjadi masalah bagi para penyelenggara acara besar, seperti Olimpiade atau konser, baik di Rusia, maupun di Amerika atau Indonesia. Artikel ini menceritakan kiat Rusia untuk Olimpiade musim dingin di Sochi bulan Februari tahun 2014.

 

Dengan bergolaknya gerakan gerilyawan Islam di republik Kaukasus Rusia, banyak orang asing meragukan mengenai keamanan Olimpiade Musim Dingin 2014 di Sochi yang akan dimulai pada tanggal 7 Februari.

 

Dalam rangka memblokir ancaman teror dan menenangkan para tamu internasional, penyelenggara Olimpiade - yang akan digelar tepat di sekitar tempat yang dianggap sebagai pusat teroris - telah memperkenalkan salah satu sistem pemeriksaan identitas paling ketat serta langkah-langkah keamanan paling komprehensif yang baru pertama digelar dalam sebuah acara olahraga internasional.

Awal tahun ini Menteri Dalam Negeri Vladimir Kolokoltzev mengumumkan bahwa lebih dari 30 ribu petugas polisi dan tentara dari pasukan internal akan dikerahkan untuk melindungi kota, melakukan patroli di fasilitas-fasilitas Olimpiade, menyeleksi kendaraan yang masuk, dan melakukan pemeriksaan sinar-X pada material bangunan untuk mendeteksi bahan peledak. Sebagai perbandingan, total kehadiran militer pada Olimpiade Musim Panas London 2012, dengan tingkat keamanan yang belum pernah terjadi sebelumnya, hanya mendekati 18 ribu personel saja.

 

Namun, ekonom Rusia Mikhail Delyagin memperkirakan bahwa jumlah wisatawan asing ke Olimpiade Sochi yang digelar di kawasan resor Laut Hitam pada tanggal 7-23 Februari tidak akan melebihi 15-20 ribu orang. Tidak peduli seberapa kecil - atau besar - jumlah pengunjung Olimpiade nantinya, mereka akan dilindungi secara ketat, tidak hanya oleh petugas keamanan, tetapi juga oleh senjata canggih.

 

Enam sistem pertahanan udara jarak-pendek Pantsir-S yang dirancang untuk mengincar berbagai sasaran yang terbang pada tingkat rendah, termasuk rudal jelajah dan pesawat, telah ditempatkan di wilayah tersebut untuk melindungi wilayah udara Rusia di sepanjang perbatasan selatan.

 

Dmitry Chernyshenko, presiden Komite Penyelenggara Sochi, berjanji dalam wawancara dengan saluran TV Amerika NBC bahwa Olimpiade Sochi akan menjadi 'Olimpiade paling aman yang pernah ada’.

 

Chernyshenko juga menyebutkan bahwa para pejabat Rusia dan Amerika telah berkolaborasi dalam rencana pengamanan, dan personil keamanan militer tidak akan mengenakan seragam standar, melainkan dengan penampilan yang lebih semarak.

Pemeriksaan identitas yang saksama sudah dimulai pada tahap pembelian tiket. Setiap orang yang ingin menghadiri Olimpiade akan harus membeli tiket secara online dari penyelenggara dan mendapatkan "kartu masuk penonton" untuk mendapatkan akses, dengan memberikan rincian paspor dan kontak sehingga pihak berwenang dapat memeriksa identitas mereka saat kedatangan.

 

Penonton akan diminta untuk mengenakan kartu tanda keamanan mereka saat menonton untuk pemeriksaan identifikasi cepat.

 

Tetapi jurnalis investigasi Rusia Andrei Soldatov menganggap bahwa langkah tersebut tidak akan berguna bagi orang-orang yang sudah telanjur ada di daerah tersebut, yang letaknya tidak jauh lebih dari seratus kilometer dari Kaukasus Utara.

 

Namun, tampaknya pihak berwenang Rusia telah mengantisipasi masalah ini. Polisi di Sochi telah melakukan pemeriksaan dokumen dari rumah ke rumah untuk menyisir penduduk dan dilaporkan mendeportasi ribuan pekerja migran yang direkrut untuk membangun fasilitas Olimpiade, sebuah tindakan yang mengundang kritik dari kelompok hak asasi.

 

Selain itu, sebuah pasukan khusus brigade veteran perang Chechnya akan dikerahkan untuk berpatroli di pegunungan berhutan Sochi.

 

Polisi dan badan-badan keamanan lainnya juga telah menjalankan kegiatan latihan berkali-kali untuk mempersiapkan kemungkinan keadaan darurat. Kepala FSB (Dinas Keamanan Federal Rusia) Alexander Bortnikov Rusia baru-baru ini mengumumkan bahwa latihan strategis yang disebut "Olimpiade 2014" akan diselenggarakan pada 270 objek Olimpiade Sochi.

 

Keamanan di Olimpiade menjadi sorotan pada awal tahun ini, ketika para pejabat Rusia menjanjikan keselamatan di acara-acara olahraga internasional yang akan diselenggarakan di negara itu setelah pemimpin gerakan Islam Rusia Doku Umarov menyeru pejuang Islam untuk menargetkan Olimpiade pada video tertanggal Juni 2013.

 

Menurut majalah IHS Jane's Defense Weekly yang berbasis di London, risiko serangan teroris terhadap lokasi Olimpiade utama masih rendah, dengan ancaman yang lebih besar ditujukan kepada lokasi dan sarana transportasi sekunder serta situs-situs lainnya yang terletak jauh dari zona keamanan utama.

 

Alexei Lavrishchev, seorang pejabat FSB yang berurusan dengan keamanan Sochi, menjelaskan bahwa akses ke beberapa wilayah - yang disebut zona terkendali dan terlarang - di dalam dan sekitar Sochi akan dibatasi menjelang Olimpiade.

 

Langkah-langkah keamanan tidak akan hanya melibatkan kebebasan bergerak, tetapi juga kebebasan komunikasi.

 

Menurut dua jurnalis investigasi Rusia Andrei Soldatov dan Irina Borogan, penyedia internet, telepon, dan komunikasi lain yang terlibat dalam mendukung komunikasi selama Olimpiade diwajibkan untuk membangun jaringan sedemikian rupa sehingga dinas keamanan memiliki akses penuh dan tidak terkendali.

 

Pemerintah Rusia juga telah berinvestasi pada alat-alat pengawasan lain, dengan menginstal sekitar 5.500 kamera sirkuit tertutup di seluruh Sochi dan membeli armada drone, yang dapat dengan cepat melihat siapa saja yang berusaha untuk melanggar larangan resmi berdemonstrasi di Sochi.

 

Soldatov menyebut tindakan ini sebagai "pengawasan yang paling komprehensif dalam sejarah Olimpiade", seraya menyebutkan bahwa Departemen Luar Negeri AS telah menyarankan warga Amerika "bahwa akan lebih baik untuk meninggalkan laptop atau ponsel pintar di negara asal Anda, karena alat-alat itu akan dicegah."

Infograf Olimpiade musim dingin di Sochi:

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.